Laman

Jumat, 16 Agustus 2019

Sintaks menuju sukses

nlp book richard bandler, nlp book recommendations, nlp book anthony robbins, nlp best course, nlp bilin├žalt─▒ temizleme



Dalam artikel ini kita bicarakan soal meneukan bagaimana orang melakukan segalanya. Telah kita ketahui bahwa orang-orang yang bisa menghasilkan hasil-hasilyang sangat luar biasa secara konsisten menghasilkan tindakan yang spesifik, baik mental maupun fisik. Jika melakukan tindakan yang sama, maka hasil-hasil yang kita dapatpun sama. Tetapi ada satu lagi faktor yang mempengaruhi hasil-hasil, yaitu sintaks tindakannya. sintaks, cara kita melakukan tindakan-tindakan kita, bisa menghasilkan perbadaan dalam jenis hasil-hasil yang kita hasilkan.


Apakah beda antara "Anjing itu menggigit jim" dengan "Jim menggigit anjing itu"? Apakah beda antara "Joe makan udang lobster" dan "Udang lobster itu makan Joe"? Jelas sangat beda, umpama anda jadi Jim atau Joe. Memang kata-katanya hampir sama, tapi beda di sintaksnya, cara kata-kata itu diatur. Makna dari peristiwa itu diatur oleh sinyal-sinyal yang diberikan kepada otak. Stimulinya sama, walaupun kata-katanya sama tetapi artinya berbeda, ini penting untuk kita pahami kalau kita mau efektif dalam mempelajari model hasil-hasil orang sukses.

Akan kita gunakan kata "strategi" untuk menggambarkan semua faktor ini, jenis representasi internalnya, sub, subcara yang diperlukan, dan sintaks yang dibutuhkan, yang bekerja sama untuk menghasilkan hasil tertentu.

Kita mempunyai strategi apapun untuk menghasilkan, boleh dikatakan apapun dalam kehidupan ini: perasaan kasih, daya tarik, motivasi, keputusan, dan masih banyak lagi. Jika kita menemukan strategi kita untuk kasih itu umpamanya, kitapun bisa memicu kondisi itu semau kita. Jika kita menemukan tindakan apa saja yang kita ambil, dengan urutan bagaimana, atau kita ragu dalam mengambil keputusan, kita bisa tidak ragu dalam hitungan menit. Akan kita ketahui kunci mana saja yang akan kita ambill untuk menghasilkan hasil-hasil yang sangat memuaskan.

Baca juga artikel lain: Bekerja itu sama dengan bermain

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.